Kapan terakhir kali kamu berkunjung ke perpustakaan?
Pertanyaan sederhana itu menjadi awal dari sebuah langkah baru di Perpustakaan SPENSA.
Hari Kunjung Perpustakaan menjadi momentum bagi kami untuk kembali mengajak warga sekolah menjadikan perpustakaan sebagai bagian dari keseharian. Bukan hanya tempat untuk mencari buku ketika ada tugas, tetapi sebagai ruang untuk membaca, mencari informasi, berdiskusi, dan menemukan berbagai hal baru.
Dari momentum inilah Cakrawala Goes to Library mulai dilaksanakan sebagai bagian dari kegiatan CAKRAWALA (Cakap Berkarya melalui Wawasan dan Literasi).
Satu Kelas, Satu Kunjungan
Melalui program ini, setiap kelas akan mendapatkan jadwal kunjungan ke perpustakaan secara bergiliran.
Kegiatan dilaksanakan setiap:
Selasa — Kelas VIII
Rabu — Kelas IX
Kamis — Kelas VII
dengan waktu 07.00–07.40 WIB.
Setiap pertemuan hanya satu kelas yang berkunjung. Dengan tujuh kelas pada setiap jenjang, seluruh kelas VII, VIII, dan IX akan mendapatkan kesempatan berkunjung dalam satu siklus selama tujuh minggu.
Dengan sistem ini, kunjungan ke perpustakaan tidak lagi bergantung pada kebetulan atau menunggu adanya tugas. Ada waktu yang secara khusus disediakan untuk datang, membaca, dan berinteraksi dengan berbagai sumber informasi yang tersedia.
Perpustakaan yang Kembali Hidup
Namun, kami tidak ingin kunjungan ini hanya berarti masuk ke perpustakaan, mengambil buku, kemudian kembali ke kelas.
Setiap kunjungan akan diisi dengan kegiatan literasi yang berbeda. Siswa dapat mengeksplorasi koleksi buku, membaca koran dan majalah, menemukan informasi menarik, berdiskusi, berbagi pengetahuan, atau mengembangkan ide menjadi sebuah karya.
Koran yang setiap minggu hadir di perpustakaan juga akan dimanfaatkan sebagai salah satu sumber informasi. Siswa dapat memilih berita yang menarik, memahami isinya, kemudian mendiskusikan apa yang mereka temukan.
Dengan demikian, perpustakaan tidak hanya menyediakan bahan bacaan, tetapi juga menjadi tempat untuk mengolah informasi menjadi pengetahuan.
Memulai Kebiasaan Kecil
Menghidupkan kembali kunjungan perpustakaan mungkin terdengar seperti langkah sederhana.
Hanya 40 menit.
Hanya satu kelas.
Hanya satu kunjungan.
Tetapi dari kebiasaan kecil itulah budaya literasi dapat tumbuh.
Kami berharap siswa tidak lagi memandang perpustakaan sebagai tempat yang hanya dikunjungi ketika membutuhkan buku. Sebaliknya, perpustakaan dapat menjadi tempat yang mereka datangi karena memiliki rasa ingin tahu.
Karena mungkin, awalnya kita datang untuk mencari sebuah buku.
Tetapi kita bisa pulang membawa sebuah pengetahuan, sebuah ide, sebuah cerita, atau bahkan cara pandang yang baru.











0 Komentar